APA ITU COMMON RAIL ?


Teknologi mesin diesel common rail memang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. Tidak hanya sekedar trend, mesin peminum solar yang pertama muncul pada dekade 1990-an silam ini juga kerap kali menghiasi balap drag race di Tanah Air. Bahkan di Thailand, mesin diesel common rail mengikuti balap sekelas touring.

Teknologi mesin diesel common rail sudah modern dari direct fuel injection dengan tekanan yang tinggi, jadi bahan bakar langsung inject di ruang bakar atas piston. Mesin diesel common rail terdiri dari pressure sensor, pressure limiter, dan solenoid injector sebagai komponen tambahan. Jika pada mesin diesel konvensional sistem injektornya membuka karena tekanan bahan bakar, berbeda dengan mesin diesel common rail yang sistem injeksinya dikontrol secara elektronik melalui ECU.

“Pump pada mesin diesel common rail dalam keadaan langsam tekanannya sudah 200-300 bar,. Mesin diesel tidak seperti mobil bensin dimana bahan bakar ditembakan ke intake manifold yang penyemprotan injector dilakukan pada langkah ke-2 yaitu hisap. Sedangkan pada mesin diesel dilakukan saat langkah kompresi atau langkah ke-3, kira-kira sekian derajat dengan titik mati atas injector. Makin tinggi tekanan maka pengkabutannya makin bagus dan powernya akan naik jauh,

Aplikasi turbocharger turut menjadi asupan pendongkrak tenaga mesin diesel common rail yang paling efektif. “Mesin diesel common rail kebanyakan turbo, induksi udara padat yang dihembuskan dari rumah keong berfungsi membuat bahan bakar semakin optimal dan juga mengejar power serta emisi yang bisa ditekan.

Sementara untuk ruang otak-atik mesin diesel common rail terbilang cukup mudah dan cukup besar. Tapi di beberapa merek tertentu seperti dari Eropa lebih sensitif pada bagian ECU-nya. Jadi parameter inputnya lebih banyak dan lebih sensitif

Comments